Minggu, 15 Desember 2013

Pembukaan Buku Api Sejarah


Beberapa penulis sejarah mengira masuknya Islam ke Indonesia itu pada abad ke-13 Masehi. Akan tetapi, R.K.H. Abdullah bin Nuh meyakini bahwa datangnya agama Islam ke Asia Tenggara jauh lebih lama dari perkiraan tersebut. Menurutnya, hubungan perdagangan atau perniagaan antara Indonesia dan sekitarnya dengan negeri Arab atau bangsa Arab, merupakan suatu jalinan hubungan sejarah yang telah terbentuk berabad-abad, jauh sebelum lahirnya Nabi Muhammad saw.
Dijelaskan lebih lanjut, berabad-abad sebelum itu, kota-kota di Yaman telah mempunyai hubungan perdagangan luas dengan negeri-negeri lain. Sejak lebih dari 2000 tahun yang lalu, bangsa Arab terus-menerus mengadakan hubungan perdagangan yang luas di luar negeri. Bangsa Arab merupakan wirausahawan perantara antara Eropa dengan negara-negara Afrika, India, Asia Tenggara, dan Timur Jauh, yaitu Cina dan Jepang.
Mereka tidak hanya memperdagangkan hasi tanah Arab saja. Akan tetapi perdagangan mereka meliputi pula barang-barang yang mereka datangkan dari Afrika, India, dan sebagainya. Berupa gading gajah, wangi-wangian, rempah-rempah, emas dan sebagainya.
Besar kemungkinan bahwa Islam dibawa para wirausahawan Arab ke Asia Tenggara pada abad pertama dari tarikh Hijriah atau abad ke-7 Masehi. Hal ini menjadi lebih kuat, menurut T.W. Arnold dalam “The Preaching of Islam” - Sejarah Da'wah Islam pada abad ke-2 Hijriah perdagangan dengan Sailan atau Srilanka sudah seluruhnya di tangan bangsa Arab. Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Prof. Dr. B.H. Burger dan Prof. Dr. Mr. Prajudi dalam “Sejarah Ekonomis Sosiologis Indonesia”.

Sumber: Buku "Api Sejarah" karya Ahmad Mansur Suryanegara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar