Jumat, 17 Januari 2014

Penguasaan Maritim, Pasar, Pesantren, dan Masjid

Kekuatan penyebaran Islam terletak pada (1) penguasaan pasar; (2) kemasjidan dan pendidikan; (3) kekuasaan politik atau kesultanan; (4) penguasaan maritim dengan niaga lautnya; (5) kesadaran Hukum Islam. Dari kelima masalah ini, masalah maritim atau kebaharian, jarang dituliskan sejarahnya, oleh para sejarawan Muslim sendiri.

Baik dalam pembahasan Sejarah Rosululloh saw, 611 – 632 M di Makkah dan Madinah. Menyusul Sejarah Khulafaur Rosyidin, 11 – 41 H/632 – 661 M, di Madinah, 11 – 36 H/632 – 656 M, dan Kufah, 36 – 41 H/656 – 661 M. Kemudian, sejarah Umaya I, 41 – 133 H/661 – 750 M, di Damaskus dan Umayah II, 139 – 423 H/756 – 1031 M, di Kordoba Syanyol. Abbasiyah, 133 – 656 H/750 – 1258 M, di Baghdad. Fathimiyah, 358 – 567 H/969 – 1171, di Kairo. Kesultanan Turki, 547 – 1343 H/1055 – 1924 M, di Angkara, dan Kesultanan Moghul di Delhi India, 1516 – 1854 M.

Ada pula sejarawan yang menuliskan Sejarah Islam Indonesia sebagai Sejarah Lokal. Tidak dinilai sebagai Sejarah Internasional. Walaupun perdagangan pada masa Islam telah mengadakan kontak dagang dengan pasar dunia. Atau dengan mengadakan kontak niaga dengan Cina, India, dan Timur Tengah serta Barat.

Dalam hal lawan politik Islam pun, musuh Islam adalah penjajah Barat. Dalam menghadapi perlawanan bersenjata terhadap penjajah Barat, Islam Indonesia berhadapan dengan kerajaan-kerajaan imperialis Barat, seperti Portugis, Spanyol, Belanda, Perancis, dan Inggris. Dengan adanya perlawanan bersenjata terhadap penjajah Barat tersebut, menjadikan perkembangan Sejarh Islam Indonesia, tidak dapat dinilai sebagai Sejarah Lokal, melainkan Sejarah Internasional.

Dampak lanjut pengaruh perjuangan umat Islam Indonesia, membangkitkan kesadaran kesamaan sejarah dan sekaligus membangkitkan kesadaran nasional. Para Ulama dan Santri berperan serta memimpin perlawanan bersenjata terhadap penjajah Barat. Dengan adanya kontak dengan Barat ini, periode Sejarah Islam Indonesia disebut sebagai Sejarah Modern Indonesia dan Sejara Modern ini terjadi pada masa Wali Songo.

Sumber: Buku "Api Sejarah" karya Ahmad Mansur Suryanegara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar